Kepemimpinan Budi Gunawan, Humanis Memimpin Polri
1 min read
Oleh: Prof. Dr. La Ode Husen, SH.M
Budi Gunawan kini menjaiabat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Republik yang saya kenal sejak tahun 2005, telah memiliki prestasi kerja yang sangat baik, bahkan dalam kariernya sebagai anggota Polri beliau telah memangku jabatan pada semua jenjang kepemimpinan dalam lingkungan Polri.
| Komjen Pol. Budi Gunawan. |
Meskipun dalam perjalanannya, juga tidak luput dari berbagai terpaan maupun fitnah yang dialamatkan kepada BG, sampai dengan ditetapkan sebagai Tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, yang pada akhirnya Hakim dalam sidang Praperadilan memutuskan bahwa BG tidak cukup bukti untuk ditetapkan sebagai tersangka.
Kepemimpinan Budi Gunawan piawai dalam memimpin yang selalu tampil dengan gaya kepimpinan yang humanis namun syarat dengan berbagai konsep inovatif yang sangat dibutuhkan Polri dalam pembangunan Polri yang kini berada Grand Srtaegi "Strive For Exelence".
Berbagai asusmsi pesimistis yang dialamatkan kepada BG ketika akan dilantik menjadi Wakapolri, antara lain bahwa BG tidak bisa mejalin kerja sama dengan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, ternyata dugaan itu tidak benar, karna faktanya BG bisa kerja sama dengan baik, hal ini memperlihatkan bagaimana BG sangat piawai dalam mendampingi Kapolri dan bisa meningkatkan kinerja Polri secara keseluruhan dan tidak menimbulkan kegaduhan dalam lingkungan Polri.
Penampilan BG yang bersahaja dalam kemimpinannya sebagai Wakapori sebagai orang nomor dua di Polri, telah menepis berbagai asumsi bahwa dengan memilih BG sebagai Wakapolri akan terjadi dualisme kepemimpinan Polri, ternyata semuanya tidak benar, justru yang terjadi adalah BG telah tampil; mendampimgi Jenderal Badrodin Haiti dengan baik dan dapat bekerja sama hal ini menunjukkan BG menjadi Wakapolri sudah tepat.
Sudah saatnya Polri membangun tradisi dalam suskesi kepempinan Polri untuk menunjukkan bahwa Pori adalah organisasi yang sudah matang dalam mempersiapkan calon-calon pimpinan Polri dimasa datang dengan membangun sistem dan mekanisme peralihan kepempipinan yang transparan dan akuntabel.
Misalnya saja, seseorang yang akan menjabat sebagai Kapolsek, harus telah punya pengalaman menjadi Wakapolsek dan seterusnya sampai dengan Jabatan Kapolri.
Dengan demikian, kalau saja mau mencari siapa pengganti Jenderal Badrodin Haiti, tentu tidak perlu lagi menimbulkan kegaduhan lagi, Komjen Pol. Budi Gunawan tentu sudah sangat layak untuk memangku Jabatan Kapolri, dengan berbagai kelebihan dan kekurangan yang melekat dalam dirinya. (*)